IKLAN

Saat Hati Belajar Rela

Oleh: Anis Tri Anggrahini, S.Pd.I
Waktu silih berganti, rupiah demi rupiah dikumpulkan untuk satu tujuan, berqurban. Ya ibadah qurban merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam, khususnya pada hari raya Iduladha dan hari-hari tasyrik. Qurban berasal dari kata qarraba yang berarti mendekatkan diri. Melalui ibadah ini, seorang muslim berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara menyembelih hewan ternak seperti kambing, sapi, atau unta sesuai ketentuan syariat.

Dasar ibadah qurban berasal dari kisah Nabi Ibrahim AS yang mendapat perintah dari Allah SWT untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS. Dengan penuh keikhlasan dan ketaatan, Nabi Ibrahim menjalankan perintah tersebut. Namun, Allah kemudian mengganti Nabi Ismail dengan seekor domba sebagai bentuk rahmat dan ujian keimanan. Peristiwa ini menjadi simbol ketundukan dan pengorbanan seorang hamba kepada Tuhannya.

Ibadah qurban tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga mengandung hikmah sosial yang besar. Daging qurban dibagikan kepada masyarakat, terutama kepada fakir miskin dan mereka yang membutuhkan. Dengan demikian, qurban menjadi sarana mempererat persaudaraan, menumbuhkan rasa empati, dan menciptakan kebahagiaan bersama di hari raya.

Selain itu, qurban mengajarkan umat Islam tentang pentingnya keikhlasan dalam beribadah. Hewan yang dikurbankan hendaknya berasal dari harta yang halal dan terbaik. Allah SWT tidak melihat besar kecilnya hewan qurban, melainkan ketakwaan dan ketulusan hati orang yang melaksanakannya.

Dengan berqurban, kita belajar bahwa sebagian rezeki yang dimiliki terdapat hak orang lain yang harus dibagikan demi kebaikan bersama.

Jika menjelang Idul Fitri mempunyai amalan 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, maka menjelang idul Adha terdapat amalan utama pada 10 hari pertama bulan Dzulhijah. Dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah ﷺ menyebut "Tidak ada hari dimana suatu amal shalih lebih dicintai Allah Azza wa Jala melebihi amal shalih yang dilakukan di hari-hari ini yakni sepuluh hari pertama Duhijjah Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, termasuk lebih dari jihad di jalan Allah?" Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Termasuk lebih utama dibanding jihad di jalan Allah, kecuali orang yang keluar dengan jiwa dan hartanya ( medan jihad) dan tidak ada satu pun yang kembali (kecuali mati syahid ) HR.Bukhari no. 967

Berikut amalan yang  dianjurkan:
1. Memperbanyak salat sunnah.
2. Puasa, Puasa tanggal 1–9 Dzulhijjah. Yang paling utama: puasa Arafah tanggal 9 Dzulhijjah bagi yang tidak berhaji. Keutamaannya disebut dapat menghapus dosa setahun lalu dan setahun yang akan datang.
3. Perbanyak membaca kalimat Toyyibah
4. Membaca Al-Qur’an
5. Sedekah dan membantu orang lain.
7. Berqurban (bagi yang mampu)
8. Menjaga lisan dan akhlak.
9. Bertaubat, memperbanyak istighfar dan berdo'a
10. Bagi yang berniat qurban Ada anjuran untuk tidak memotong rambut dan kuku sejak masuk Dzulhijjah sampai hewan qurbannya disembelih.

Semoga kita semua diberikan keikhlasan untuk berbagi dan menebar manfaat melalui ibadah qurban. Mari sisihkan sebagian rezeki terbaik kita sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan kepedulian kepada sesama.

Barokallah fiikuum

#Sekolah
SHARE :
LINK TERKAIT