IKLAN

Mendidik tidak Mendadak

Oleh: Wiwit Rinta Milaksih, S. Pd (Wali Kelas 5A)

Pagi hari sering kali jadi momen yang penuh cerita, kadang ada anak yang masih mengantuk, ada yang harus dingatkan untuk segera sholat, mandi, berkali-kali. Di tengah kesibukan itu, kadang kita tanpa sadar mengeluh, “Kok harus setiap hari disuruh dulu, ya?” Padahal, jika dipikirkan kembali, kemampuan itu tidak muncul begitu saja. Semua butuh waktu, termasuk dalam hal mendidik.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita ingin semuanya berjalan cepat. Anak diharapkan langsung mengerti, langsung patuh, dan langsung bisa melakukan banyak hal sendiri. Namun kenyataannya tidak sesederhana itu. Anak belajar sedikit demi sedikit, dari hal kecil yang diulang setiap hari. Dari memakai sepatu sendiri, membereskan buku, hingga belajar bertanggung jawab—semuanya adalah proses panjang.

Di sekolah pun sama. Tidak semua anak langsung memahami pelajaran dalam sekali penjelasan. Ada yang perlu diulang, ada yang butuh contoh, dan ada yang harus didampingi lebih lama. Di situlah peran guru menjadi sangat penting, bukan hanya mengajar, tetapi juga sabar menemani proses setiap anak yang berbeda-beda.

Mendidik itu mirip seperti kita merawat tanaman. Kita menanam, lalu merawatnya setiap hari. Disiram, dijaga, dan diberi perhatian. Kita tidak bisa berharap tanaman itu langsung tumbuh besar dalam semalam. Begitu juga dengan anak. Mereka tumbuh dari kebiasaan, dari contoh yang mereka lihat, dan dari perhatian yang mereka rasakan.

Sering kali, anak justru lebih cepat meniru apa yang kita lakukan daripada apa yang kita ucapkan. Ketika mereka melihat orang tua atau gurunya bersikap sabar, disiplin, dan penuh tanggung jawab, perlahan mereka akan belajar melakukan hal yang sama. Proses ini memang tidak selalu terlihat cepat, tetapi hasilnya akan terasa dalam jangka panjang.

Kesalahan dan kegagalan juga bagian dari belajar. Anak yang gagal saat mencoba, sebenarnya sedang belajar untuk bangkit. Anak yang belum berhasil, sebenarnya sedang berproses untuk bisa. Karena itu, daripada terburu-buru menuntut hasil, lebih baik kita memberi ruang bagi mereka untuk belajar dengan tenang.

Mendidik bukan tentang hasil yang langsung terlihat hari ini, tetapi tentang apa yang akan terbentuk di masa depan. Setiap usaha kecil yang dilakukan dengan sabar akan membawa perubahan besar suatu saat nanti.

Jadi, kita tidak perlu terburu-buru. Tidak perlu membandingkan. Jalani saja prosesnya dengan penuh kesabaran dan ketulusan. Karena pada akhirnya, mendidik memang tidak pernah mendadak, ia tumbuh perlahan, tetapi pasti.

#Sekolah
SHARE :
LINK TERKAIT