IKLAN

Fenomena Indent Hingga 2031, SDTQ Al Ikhlas Bedah Rahasia Manajemen SDMP

SUKOHARJO – Dalam upaya memperkuat sistem manajemen dan inovasi pembelajaran, SD Tahfidzul Qur'an (SDTQ) Al Ikhlas Mojolaban melaksanakan kunjungan studi tiru ke SD Muhammadiyah Palur Program Khusus pada Rabu, 1 April 2026. Rombongan disambut hangat oleh jajaran pimpinan sekolah guna berdiskusi mengenai praktik terbaik pendidikan dasar Islam.

Dalam sesi pemaparan, Nur Laili, Wakil Kepala Bidang Kurikulum SD Muhammadiyah Palur, Ia memaparkan program unggulan yang kini menjadi primadona, yakni Kelas ICT (Information and Communication Technology) yang baru berjalan hampir satu tahun.

"Pada Kelas ICT, kami menerapkan ekosistem digital penuh melalui LMS (Learning Management System). Seluruh rangkaian pembelajaran hingga ujian sudah menggunakan laptop masing-masing siswa. Bahkan, saat penerimaan rapor, siswa mendemonstrasikan langsung kemampuan digital mereka di hadapan orang tua," terang Nur Laili. Ia juga menjelaskan keberhasilan Kelas Khusus Tahfidz yang kini sudah memasuki tahun ketiga.

Selain itu laili mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan sekolah terletak pada kolaborasi lintas sektor. "Kunci utama program kami bisa berjalan adalah dengan selalu bersinergi antar bidang, melibatkan seluruh guru, karyawan, hingga peran aktif wali murid," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala Bidang Humas, Choerul Anam, menjelaskan strategi komunikasi sekolah yang kini bertransformasi sepenuhnya ke ranah digital. Di bawah komando tim kreator yang produktif menghasilkan konten video, flyer, hingga rilis berita, SD Muhammadiyah Palur berhasil membangun kedekatan dengan masyarakat.

"Setelah ide dan eksekusi konten selesai, kami mengajak seluruh guru dan karyawan untuk serentak mengunggahnya melalui Story WhatsApp. Ini sangat efektif menjangkau kontak pribadi masing-masing guru staf," tutur Anam.

Strategi "gerilya digital" ini terbukti sangat efisien, tentunya ikhtiar door to door ke Taman Kanak-Kanak (TK) tetap terus dijalankan. Anam mengungkapkan bahwa dalam dua tahun terakhir, sekolah mulai mengurangi penggunaan spanduk fisik berskala besar sebagai media promosi sekolah. Bahkan, pada tahun 2025, sekolah sudah tidak lagi memasang spanduk di area publik strategis. Hasil dari efektivitas konten dan sinergi ini terlihat sangat nyata pada data Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). 

"Alhamdulillah, hasilnya sangat positif. Untuk tahun ajaran 2026 ini pendaftaran sudah kami tutup, tahun 2027 sudah melebihi kuota, bahkan sudah ada orang tua yang melakukan indent hingga tahun 2031," tambah pria yang akrab disapa Anam tersebut.

Perwakilan dari SDTQ Al Ikhlas Mojolaban menyatakan bahwa hasil studi tiru ini akan menjadi referensi penting untuk segera diadaptasi. Melalui sinergi antar lembaga pendidikan ini, diharapkan kedua sekolah dapat terus bertumbuh dalam mencetak generasi qurani yang adaptif terhadap teknologi dan memiliki karakter yang kuat.

Kontributor: Choerul Anam

IKLAN
LINK TERKAIT