IKLAN

Akselerasi Pendidikan Berkemajuan, SD Muhammadiyah Palur Serap Penguatan Strategis di Semarang

SEMARANG – Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Tahun Ajaran 2026/2027 Tahap 1. Acara ini berlangsung di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah, Semarang, pada Jumat (26/6/2026).

Forum strategis ini dihadiri oleh jajaran Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, hingga SMK Muhammadiyah se-Jawa Tengah. Salah satu delegasi yang hadir adalah Choerul Anam, Wakil Kepala Bidang Humas SD Muhammadiyah Palur. Rakor ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, dan merumuskan langkah strategis demi menyajikan layanan pendidikan yang unggul dan berkemajuan.

Sejumlah tokoh kunci hadir sebagai narasumber utama untuk memberikan arah kebijakan baru. Mereka adalah: Rohmat Suprapto, S.Ag., M.S.I (Sekretaris Majelis Dikdasmen & PNF PWM Jateng), Dr. Iwan Junaedi, S.Si., M.Pd. (Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PWM Jateng), Dodok Sartono, S.E., M.M. (Sekretaris PWM Jateng), Didik Suhardi, Ph.D. (Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah) dan Agus Suroyo, M.Pd. (Direktur Utama KontenMu)

Dalam sambutannya, Sekretaris PWM Jawa Tengah, Dodok Sartono, menekankan pentingnya penguatan citra (branding) lembaga pendidikan secara terukur. Ia menggarisbawahi empat poin penting yang harus dijalankan oleh seluruh pengelola sekolah Muhammadiyah

1. Fokus pada Kekuatan Nyata: Sekolah harus menentukan keunggulan yang paling realistis, seperti aspek kedisiplinan, kebersihan, pembentukan karakter, atau program tahfidz. Sekolah dilarang memaksakan diri bertarung pada ranah kelemahan, seperti kompetisi akademik murni atau kemegahan gedung.

2. Berorientasi pada Kebutuhan Publik: Program sekolah wajib menjawab keresahan dan kebutuhan riil yang dihadapi masyarakat saat ini.

3. Internalisasi Jati Diri: Seluruh tim, termasuk guru dan karyawan, harus mempraktikkan nilai yang dijual sekolah. Pengalaman nyata ini harus dirasakan langsung oleh wali murid dan masyarakat luas.

4. Skala Prioritas Tajam: Pengelola sekolah diimbau untuk tidak mengambil terlalu banyak identitas. Cukup fokus pada satu atau dua keunggulan utama agar hasil pemasaran lebih optimal.

Secara umum, para narasumber sepakat bahwa transformasi pendidikan Muhammadiyah memerlukan kepemimpinan visioner, tata kelola yang kuat, pemanfaatan teknologi digital, serta kolaborasi antar-sekolah. Melalui semangat Islam Berkemajuan, seluruh sekolah dan madrasah di Jawa Tengah diharapkan siap membangun budaya mutu untuk mencetak generasi tangguh menghadapi tantangan global.

Kontributor: Choerul Anam

LINK TERKAIT