
SUKOHARJO - Sukses memborong piala dalam ajang Ceria Pandu Athfal Hizbul Wathan (HW) di Lapangan Tepisari, Polokarto, Sabtu (29/8/2026), Regu Putri SD Muhammadiyah Palur menjadi buah bibir. Namun, di balik raihan Juara 2 LCC Putri, Juara 3 Tenda Putri dan Juara Harapan PBB Putri tersebut, ada andil besar serta ungkapan mendalam dari Ketua Pendamping, Vanesa Rohmah Ardani bersama jajaran guru pendamping.
Vanesa bersama para guru pendamping membuka suara mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik layar selama proses persiapan. Menurut mereka, piala hanyalah bonus dari sebuah proses panjang yang menguras keringat 12 anak didiknya yang mewakili Kwarcab Mojolaban tersebut.
"Perjalanan menuju kegiatan ini tentu tidak lepas dari proses, latihan, perjuangan, dan kerja keras yang luar biasa. Rasa lelah dan berbagai tantangan hadir dalam proses persiapan, namun semangat anak-anak untuk terus berusaha menjadi energi positif bagi seluruh tim," ungkap Vanesa penuh haru.
Sebagai mentor di lapangan, para guru pendamping mengaku sangat bangga melihat langsung setiap tetes keringat, tawa, hingga rasa kecewa yang sempat muncul selama proses latihan. Bagi tim pendamping, melihat ketangguhan anak-anak dalam melewati ujian tersebut sudah menjadi sebuah prestasi tersendiri.
Vanesa menekankan bahwa esensi dari kompetisi kepanduan ini jauh lebih besar daripada sekadar membawa pulang trofi ke sekolah. Prestasi sejati justru terletak pada perubahan karakter ke-12 srikandi muda tersebut.
"Keberhasilan tidak hanya diukur dari hasil akhir atau perolehan juara, tetapi juga dari keberanian untuk tampil, kemampuan bekerja sama, kedisiplinan dalam berlatih, serta ketangguhan untuk terus mencoba dan memberikan yang terbaik," tegas Vanesa yang diamini oleh seluruh guru pendamping.
Melalui kegiatan kepanduan ini, tim guru pendamping berharap nilai-nilai Hizbul Wathan dapat melekat kuat. Mereka berkomitmen untuk terus mengawal anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, menguasai teknologi secara bijak, serta selalu menjadikan akhlak mulia (karimah) sebagai landasan utama dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis: Vanesa Rohmah Ardani